Rahmad Darmawan Menemui Langsung Achsanul Qosasih

Pada hari Selasa tanggal 9 November 2021, Rahmad Darmawan mengambil keputusan untuk mengundurkan diri secara resmi dari posisinya sebagai pelatih Madura United. Rahmad mengatakan bahwa ia telah berbicara langsung mengenai keputusannya ini kepada Achsanul Qosasih selaku Presiden Klub Madura United. Rahmad juga menuturkan bahwa pihak Madura United berniat untuk melakukan refreshment pelatih.

Rahmad Darmawan yang sering disapa dengan RD mengatakan bahwa ia dan pihak Madura United mengakhiri hubungan kerja sama dengan baik. RD memutuskan untuk menemui Achsanul Qosasih pada Senin malam yaitu pada tanggal 8 November 2021.

RD Meminta Maaf Kepada Para Suporter

Tidak ketinggalan, RD juga turut menyampaikan pesan – pesan kepada pelatih, senior dan juga pemain Madura United serta meminta maaf kepada para penggemar klub Madura United karena ia belum dapat melakukan hal dan pencapaian yang sesuai dengan ekspetasi mereka dan mengecewakan mereka.

Hal pengunduran diri yang dilakukan Rahmad bisa jadi dikarenakan oleh faktor hasil permainan yang buruk oleh performa Madura United selama BRI Liga 1 2021/2022 yang berlangsung selama 11 minggu.
Tim yang dijukuki dengan nama Laskar Sape Kerap tersebut nyatanya tidak dapat memberikan performa yang baik dengan bermain konsisten secara bagus dan justru membawa klub merosot ke peringkat bawah, hal ini bisa dibilang tidak pernah terjadi pada musim permainan pada waktu sebelumnya.

Hasilnya, hanya dua kemenangan saja yang berhasil diraih oleh Madura United. Pada sisa pertandingan yang berikutnya, klub Laskar Sape Kerap ini menghasilkan lima seri dan empat kekalahan. Hal ini tentu saja mengakibatkan klub asal Pulau Garam itu merosot kebawah menempati posisi empat belas di klasemen sementara dengan total yang berhasil diraih 11 poin saja.

Klub Suporter Melakukan Aksi Demo

Oleh karena hasil pertandingan yang bisa dibilang tidak sesuai dengan target dan eskpetasi sehingga mengecewakan. Suporter Madura Bersatu (SMB) yaitu kelompok suporter Madura United mengambil langkah dengan melakukan aksi demonstrasi di kantor Madura United, yang bertempat di Pamekasan, pada hari Minggu siang tanggal 7 November 2021 lalu.

Para suporter tersebut melakukan aksi tuntutan yang ditujukan kepada Rahmad Darmawan untuk bertanggung jawab atas hasil pertandingan yang mengecewakan dan memintanya mundur sebagai pelatih dari klub Madura United.
Grup SMB ini adalah grup yang terdiri dari empat grup suporter yang berada di empat kabupaten yang ada di Pulau Madura. Grup yang termasuk di SMB ini diantaranya adalah K-Conk Mania (Bangkalan), Trunojoyo Mania (Sampang), Taretan Dhibi (Pamekasan), dan Peccot Mania (Sumenep).

Dengan aksi demonstrasi yang telah dilakukan oleh SMB, akhirnya Manajemen Madura United mengatakan mereka berjanji untuk melakukan tuntutan yang diajukan oleh para suporter tersebut. Kabar ini tentunya didengar juga oleh Rahmad Darmawan. Maka dari itu RD pun memutuskan untuk berhenti dan mundur dari jabatannya sebagai pelatih dari Madura United.

Waktunya Mencari Pelatih Baru

Madura United telah mengatakan akan melakukan pergantian pelatih sebelum seri ketiga BRI Liga 1 dimulai pada tanggal 18 November nanti. Dengan ini berarti mereka hanya memiliki tenggat waktu sebanyak 10 hari saja untuk menemukan pelatih baru yang akan menggantikan posisi RD nantinya.

Di sisi lain, masih belum ada nama kandidat yang muncul untuk menggantikan posisi Rahmad Darmawan sebagai pelatih baru klub Madura United. Manajemen Madura United akan dengan segera mungkin mengambil langkah dengan melakukan sortir daftar pelatih baru agar pada akhirnya dapat menawarkan kontrak dengan resmi.

Sekilas Mengenai Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan merupakan mantan pemain sepak bola yang aktif dari tahun 1979 hingga 1998. Ia pernah bermain untuk Persija Jakarta, ATM FA, dan Persikota Tangerang. Pria kelahiran Lampung pada 26 November 1966 ini, pernah melatih klub Sriwijaya FC.

RD pun memiliki koleksi empat gelar Champion yang didapatkan dari 2 klub yang berbeda di Liga Indonesia. Pada musim terakhir melatih Sriwijaya, dia berhasil mempersembahkan Piala Indonesia, dan sejak tahun 2007 hingga 2010, dia menambah koleksi satu piala dari Liga Indonesia dan empat buah dari Indonesian Cups.

Tagged in: