Nuno Akhirnya Angkat Bicara

Nuno Espirinto Santo mengambil langkah untuk angkat suara mengenai pemberhentian dirinya sebagai manajer oleh Tottenham Hotspur pada minggu lalu. Ia diberhentikan secara resmi dari klub Liga Inggris tersebut pada Senin tanggal 1 November 2021 setelah timnya kalah telak oleh Manchester United dengan skor 0-3.

Pelatih asal Portugal itu diberhentikan dari jabatannya sebagai manajer setelah bertugas sebanyak 17 pertandingan saja di Tottenham. Mantan manajer Wolves yang berumur 47 tahun itu sekarang telah angkat bicara di platform media sosial miliknya untuk pertama kali sejak ia tinggalkan Tottenham mulai pekan lalu.
Nuno Espirinto Santo mengatakan bahwa olahraga sepakbola adalah permainan olahraga yang paling kejam. Baru pada beberapa minggu lalu ia menjabat sebagai manajer, lalu bulan ini adalah beberapa hari sejak ia dipecat dari Spurs.

Spurs menjatuhkan pilihan kepada Antonio Conte yang sebelumnya dikaitkan dengan Manchester United, setelah memberhentikan Nuno. Dibawah naungan Conte, Tottenham Hotspur berhasil  mendapatkan kemenangan atas Vitesse di Europa Conference League dan memiliki skor imbang di kandang Everton pada laga lanjutan Liga Inggris.

Jadikan Pemecatan Sebagai Pelajaran

Pria asal Portugal tersebut kemudian memutuskan untuk menjadikan kejadian pemecatan dirinya sebagai sebuah pelajaran untuk kedepannya. Ia memilih untuk mulai bergerak melangkah maju dan siap untuk mencari dan menghadapi tantangan selanjutnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukung Spurs walaupun hal yang diinginkannya untuk membawa hadiah piala tidak terjadi sesuai rencananya.

Selama Nuno Espirinto Santo menjalankan tugasnya sebagai manajer di Tottenham, klub sepakbola tersebut berhasil mendapatkan kemenangan dalam tiga pertandingan di laga perdana Liga Inggris. Hal ini tentunya menjadi indikatif positif di awal pelatihan yang dilakukan oleh Nuno. Namun disayangkan, nasib baik sedang tidak berpihak padanya.

Pada tujuh pertandingan berikutnya, klub Tottenham hanya berhasil mendapatkan dua kemenangan, sedangkan pada lima pertandingan lainnya diakhiri dengan kekalahan.
Klub sepakbola ini tadinya berada di papan atas bersaing dengan Manchester City, Chelsea, dan Liverpool kini posisinya telah berhasil dikejar oleh Wolverhampton dan Brighton, serta bersaing ketat dengan Everton di klasemen Liga Inggris.

Kekalahan telak dengan skor 0-3 atas Manchester United (yang baru dihajar Liverpool 0-5) pada minggu lalu membuat manajamen Tottenham memilih langkah tegas. Alhasil, Nuno kemudian dicopot dari posisinya. Sepanjang melatih klub Tottenham, ia hanya berhasil mendapatkan 8 kemenangan dari 17 laga di seluruh ajang.

Opini Jamie Carragher Terhadap Pemecatan Nuno

Pundit Sky Sports Jamie Carragher berbagi opini mengenai pemberhentian Nuno sebagai pelatih di Tottenham. Menurutnya, sejak awal seharusnya Tottenham tidak memilih Nuno Espirinto Santo. Ia melanjutkan bahwa ia dapat mengerti mengapa Nuno dipecat dari jabatannya, namun ia juga merasa bahwa pemilihan Nuno sebagai pelatih juga bukanlah hal yang dirasa tepat untuk dilakukan.

Jamie melanjutkan opininya bahwa pemecatan Nuno bukan hal yang buruk, justru Jamie berpikir bahwa pemilihan tersebut yang buruk sejak awal. Hal ini dikarenakan oleh cara bermain yang dipakai Nuno tidak cocok dengan cara bermain yang biasa dipakai klub Tottenham.

Nuno sempat mendapat perhatian saat ia melatih klub Wolverhampton selama 4 musim, hal ini membuat klub yang bertempat di Molineux itu menjadi tim sepakbola yang bisa dibilang stabil di Premier League.
Akan tetapi menurut Jamie, selama Nuno Espirinto Santo di Wolves, teknik bermain sepakbola yang diterapkan Nuno dianggap lebih fokus kepada hasil, namun memiliki teknik permainan yang membosankan.

Lembaran Baru Dengan Pengganti Nuno Espirinto Santo

Saat ini, Tottenham sedang mengusahakan untuk bisa bersaing lagi dengan klub besar. Langkah yang perlu dilakukan untuk ini adalah dengan memilih pelatih hebat, Antonio Conte tentu menjadi pilihan yang bagus. Kabarnya, Conte dibayar dengan nominal gaji sebesar 297 miliar rupiah.

Ini berarti, Conte mendapatkan gaji sekitar 16 miliar rupiah setiap bulannya. Ia merasa bahwa dengan bayaran gaji sejumlah itu, bukanlah seperti ia melakukan perampokan. Conte menganggap bayaran tersebut sepadan dengan kemampuan yang ia miliki.
Tentu saja kemampuan Antonio Conte sebagi pelatih memang tidak perlu diragukan lagi. Namun ia sendiri pun mengakui jika pekerjannya dalam waktu ke depan tidaklah mudah.