Jadwal BRI Liga 1 dengan Piala AFF

Ajang pertandingan bola BRI Liga 1 2021/2022 akan memasuki libur pada periode FIFA International Match Calendar 2021 yang diselenggarakan pada tanggal 8-16 November 2021.
Dengan ini, lalu muncul pertanyaan mengenai bagaimana dengan ajang Piala AFF 2020 pada saat Timnas Indonesia sedang bertanding. Maka dari itu, ada kemungkinan bahwa jadwal Piala AFF bisa jadi bentrok dengan seri ketiga juga keempat BRI Liga 1.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) memiliki rencana untuk membuka bursa transfer pada putaran kedua yaitu tanggal 15 Desember 2021 atau setelah minggu ke-17 selesai, ini berarti seri ketiga masih berputar pada saat Piala AFF mulai berjalan. Piala AFF akan digelar di Singapura pada tanggal 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.
Kemungkinan yang akan terjadi saat peralihan pertengahan musim tidak akan diliburkan terlalu lama, sehingga BRI Liga 1 dapat segera dimulai kembali pada seri keempat ketika ajang Piala AFF masih berlanjut .

Banyak Klub Merasa Kewalahan Dengan Bentroknya Jadwal

Jadwal yang bentrok antara Piala AFF dengan BRI Liga 1 tentu akan membuat klub merasa ketar ketir. Misalnya saja klub pelatih klub Persebaya Surabaya yakni Aji Santoso mengaku sudah merasa pusing bahkan sebelum acara turnamen tersebut dimulai.
Sebelum mulai bertanding di Piala AFF, Timnas Indonesia telah membuat rencana untuk menggelar pusat latihan pada tanggal 18 November 2021 di Turki.

Banyak Pemain Yang Disumbang Oleh Persebaya

Dalam beberapa waktu belakangan ini, penyumbang pemain dengan jumlah terbanyak ke Timnas Indonesia adalah Persebaya. Total pemain yang disumbangkan berjumlah empat orang, yaitu Ernando Ari Sutaryadi, Ricky Kambuaya, Rizky Ridho dan Rahmad Irianto.

Selain mereka berempat, ada Arif Satria dan Ady Setiawan. Mereka juga merupakan pemain Persebaya yang pada tahun ini juga memiliki kesempatan dipanggil ke Timnas Indonesia.
Aji Santoso mengatakan bahwa ia merasa pusing jika ada tambahan pemain lainnya yang dipanggil ke Timnas Indonesia, apalagi ajang ini diadakan bersamaan. Mendengar bahwa pusat latihan diadakan di Turki menambah pusing yang dialami oleh Aji.

Ia melanjutkan bahwa paling tidak, pada saat seri ketiga mulai, lima pemainnya kemungkinan tidak bisa ikut bertanding di ajang BRI Liga 1. Namun di sisi lain Aji Santoso mengaku ia juga merasa bangga jika ada banyak pemain nasi, saya juga bangga banyak pemain nasional yang berasal dari Persebaya.

Pengertian Kepada Klub Akan Diberikan PSSI

Yunus Nusi selaku sekjen PSII memiliki niat untuk menjelaskan pengertian untuk klub yang pemainnya dipanggil untuk ikut serta ke Timnas Indonesia. Hal ini dikarenakan, para peserta sebenarnya tidak harus memberikan pemainnya karena Piala AFF 2020 bukan termasuk ajang FIFA Matchday. Ajang Piala AFF telah diakui turnamen internasional kategori A FIFA baru pada tahun 2016 lalu.

Pada tahun 2016 lalu, jadwal ajang Piala AFF dan kompetisi juga sempat mengalami bentrok. Dan untuk memenuhi kebutuhan Timnas Indonesia serta klub, kebijakan win-win solution pun dibuat oleh pihak PSSI. Kebijakan tersebut adalah jumlah pemain yang boleh dipanggil untuk Timnas Indonesia maksimal 2 orang saja. Saat itu Skuad Garuda menempati posisi runner up Piala AFF 2016.

Apakah kebijakan tersebut akan diulang atau tidak, Yunus memberikan kebebasan untuk memilih kepada pelatih Shin Tae-yong. Yunus juga menuturkan bahwa pihak PSSI mengetahui keadaan klub yang tidak ingin banyak pemainnya dipanggil oleh Timnas Indonesia.
Pelatih Shin Tae-yong juga berusaha melakukan pemilihan terhadap pemain terbaik yang ada di setiap klub dan PSSI akan melakukan komunikasi kembali dengan para peserta.

Apakah Kedua Kompetisi Akan Bentrok?

Hingga saat ini, belum ada kepastian dari PT LIB mengenai jadwal Piala AFF dan BRI Liga akan mengalami bentrok atau tidak. Di sisi lain, Aji Santoso mengatakan bahwa pembatasan jumlah pemain yang dipanggil ke Timnas Indonesia merupakan hal yang bagus.
Ia merasa bahwa dengan begitu akan adil, tidak seperti pada ajang sebelumnya bahwa pemain yang paling banyak diambil adalah dari Persebaya. Ia juga melanjutkan bahwa sebenarnya pembatasan jumlah pemain tidak perlu dilakukan apabila jadwal kedua ajang tersebut tidak bentrok. Aji berharap kedepannya jadwal kompetisi dapat disinkronisasikan.